Bagi guru madrasah, laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang hanya ditumpuk di perpustakaan sekolah sangatlah disayangkan. Secara administratif, laporan PTK memang sah untuk syarat kenaikan pangkat. Namun, jika Anda berhasil mengubahnya menjadi artikel jurnal ilmiah, nilai angka kredit yang diperoleh akan jauh lebih besar, bahkan mencapai 2 hingga 3 poin lebih tinggi tergantung tingkatan jurnalnya.
Mengubah laporan PTK yang tebal (biasanya 60–100 halaman) menjadi artikel jurnal yang ringkas (10–15 halaman) memerlukan teknik khusus. Berikut adalah panduan taktis melakukan konversi tersebut secara efektif.
Mengapa Harus Mengubah PTK Menjadi Jurnal?
Selain untuk pemenuhan angka kredit dalam Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), publikasi di jurnal ilmiah memberikan beberapa keuntungan:
- Portofolio Profesional: Menunjukkan kompetensi guru di tingkat nasional.
- Diseminasi Ilmu: Praktik baik yang Anda lakukan di kelas bisa menginspirasi guru lain di seluruh Indonesia.
- Efisiensi Dokumen: Artikel jurnal lebih ringkas dan mudah diarsipkan secara digital (e-journal).
Langkah-Langkah Konversi: Dari Laporan ke Artikel
1. Ubah Judul Menjadi Lebih Menarik dan Ringkas
Judul laporan PTK biasanya sangat kaku dan panjang, misalnya: "Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Fiqih Materi Zakat melalui Metode Problem Based Learning pada Siswa Kelas VII Madrasah Tsanawiyah X Tahun Ajaran 2024/2025."
Dalam jurnal, ubahlah menjadi lebih elegan: "Aplikasi Problem Based Learning untuk Transformasi Pemahaman Konsep Zakat di Madrasah Tsanawiyah." Hindari mencantumkan lokasi dan tahun secara gamblang di judul utama.
2. Ringkas Pendahuluan (Gunakan Pola Piramida Terbalik)
- Laporan PTK biasanya memiliki Bab I yang sangat luas. Untuk jurnal, Pendahuluan hanya berkisar 1,5 hingga 2 halaman saja.
- Fokus pada Gap Analisis: Jelaskan perbedaan antara kondisi ideal dan realita di kelas.
- Sebutkan urgensi mengapa tindakan ini dilakukan.
- Cantumkan 2–3 penelitian relevan sebelumnya untuk menunjukkan posisi penelitian Anda.
3. Padatkan Kajian Teori ke dalam Pendahuluan
Jurnal ilmiah jarang memiliki bab khusus "Kajian Pustaka" yang berdiri sendiri seperti pada laporan PTK. Teori-teori kunci biasanya langsung diintegrasikan ke dalam pendahuluan untuk mendukung latar belakang atau digunakan sebagai pisau analisis di bagian pembahasan. Buang definisi-definisi umum yang sudah diketahui publik secara luas.
4. Fokus pada Prosedur di Bagian Metode
Dalam laporan PTK, Bab III sangat detail hingga memuat jadwal penelitian. Di jurnal, cukup jelaskan:
- Subjek penelitian secara singkat.
- Desain siklus (Perencanaan, Tindakan, Observasi, Refleksi).
- Teknik pengumpulan data dan instrumen yang digunakan.
5. Sajikan Hasil dan Pembahasan secara Integratif
Ini adalah bagian terpenting. Jangan hanya memindahkan tabel dari laporan PTK.
- Siklus I dan II: Sajikan dalam bentuk grafik atau tabel komparasi untuk menunjukkan peningkatan secara visual.
- Analisis "Mengapa": Inilah pembeda jurnal dengan laporan biasa. Jangan hanya melaporkan angka, tapi jelaskan mengapa angka tersebut naik. Apakah karena perubahan metode mengajar? Ataukah karena penggunaan media yang menarik? Kaitkan dengan teori yang sudah Anda sebutkan di awal.
Memilih Jurnal yang Tepat untuk Guru Madrasah
- Jangan asal kirim. Agar cepat terbit dan diakui, perhatikan kriteria berikut:
- Ruang Lingkup (Scope): Pastikan jurnal tersebut menerima tema pendidikan atau keagamaan (sesuai mapel Anda).
- OJS (Open Journal System): Pastikan jurnal sudah menggunakan sistem daring dan memiliki ISSN.
- Peringkat SINTA: Untuk kenaikan pangkat yang lebih prestisius, incar jurnal yang terindeks SINTA 3, 4, atau 5. Hindari jurnal yang terindikasi "Predator" atau hanya menjual janji terbit cepat tanpa proses review.
Strategi Agar Lolos Review Jurnal
- Gunakan Referensi Jurnal: Pastikan 80% daftar pustaka Anda berasal dari jurnal ilmiah terbaru (5-10 tahun terakhir), bukan hanya dari buku teks.
- Cek Plagiasi: Sebelum submit, lakukan cek kemiripan menggunakan Turnitin atau aplikasi serupa. Batas maksimal biasanya di bawah 20-25%.
- Ikuti Selingkung (Template): Setiap jurnal punya aturan penulisan yang berbeda (font, spasi, cara pengutipan). Mengikuti template meningkatkan peluang diterima hingga 50%.
- Kesimpulan
Mengonversi laporan PTK menjadi jurnal ilmiah bukan sekadar memotong jumlah halaman, melainkan menyuling inti sari penelitian menjadi sebuah tulisan yang tajam dan analitis. Dengan melakukan konversi ini, guru madrasah tidak hanya selangkah lebih dekat dengan kenaikan pangkat, tetapi juga berkontribusi pada literasi digital pendidikan di Indonesia.
Apakah Anda mengalami kesulitan dalam menyesuaikan format kutipan (APA atau Chicago style) saat menyusun daftar pustaka jurnal?

